Apa Itu Overclaim dalam Industri Kesehatan?

Secara sederhana, overclaim adalah tindakan mempromosikan manfaat atau khasiat suatu produk di luar batas kemampuan ilmiahnya, atau melanggar batasan regulasi yang telah ditetapkan oleh lembaga seperti BPOM.

Dalam aturan perundang-undangan di bidang obat tradisional dan suplemen kesehatan, produk kategori ini berfungsi untuk memelihara kesehatan, bukan untuk mendiagnosis, mencegah, meredakan, atau menyembuhkan penyakit berat (Therapeutic claims).

Ketika sebuah produk herbal dipasarkan dengan narasi bisa “menyembuhkan diabetes total dalam sepekan” atau “menghancurkan sel kanker seketika”, itu bukan lagi strategi pemasaran yang kreatif, melainkan pelanggaran hukum dan pembohongan publik.

Mengapa Produsen Terjebak Melakukan Overclaim?

  1. Jalan Pintas Mengejar Penjualan Cepat: Edukasi berbasis sains itu melelahkan dan butuh waktu yang panjang. Sebaiknya, menciptakan kebohongan manis dengan janji kesembuhan instan jauh lebih cepat memancing emosi pembeli yang sedang sakit.
  2. Mentalitas Perang Harga (race to the bottom): Ketika produk tidak memiliki keunggulan inovasi atau teknologi yang nyata, satu-satunya cara tersisa untuk bersaing adalah dengan melontarkan klaim paling bombastis dibandingkan dengan kompetitor.
  3. Kurangnya Literasi Sains Konsumen: Rendahnya pemahaman sebagian masyarakat tentang bagaimana zat aktif bekerja di dalam tubuh membuat mereka mudah percaya pada kalimat-kalimat pemasaran yang terdengar seperti mukjizat medis.

Dampak buruk overclaim bagi bisnis dan konsumen

Bagi konsumen, bahayanya sangat fatal. Orang yang menderita penyakit serius bisa saja mengandalkan suplemen overclaim dan mengabaikan pengobatan medis yang seharusnya (kelalaian penanganan medis).

Sementara bagi kelangsungan bisnis, dampak negatifnya tidak kalah mengerikan:

  • Sanksi tegas dan pencabutan izin (BPOM): Badan pengawas kini semakin agresif memantau ruang digital. Produk yang terbukti melakukan overclaim berisiko tinggi ditarik dari peredaran, disita, atau bahkan izin edarannya dicabut permanen.
  • Hancurnya Kepercayaan (Trust): Kepercayaan konsumen adalah aset paling mahal. Sekali konsumen sadar bahwa mereka tertipu oleh janji kosong, mereka tidak akan pernah melakukan repeat order, dan berita buruk itu akan menyebar dengan cepat.
  • Terjebak dalam linghkaran setan perang harga: Bisnis yang hidup dari kebohongan tidak akan pernah membangun loyal customer. Merka akan terus-menerus meneriakan klaim yang lebih liar atau membanting harga serendah-rendahnya demi mencari mangsa baru.

Jalan Keluar: Transparansi Sains dan Edukasi

Membangun bisnis suplemen atau produk kesehatan yang berumur panjang menuntut keberanian untuk menolak jalan sesat overclaim. Alih-alih menebar janji palsu, arahkan fokus komunikasi pada hal-hal yang dapat dibuktikan secara objektif:

  • Menjelaskan Mekanisme Kerja (Science-Based): Uraikan secara transparan bagaimana teknologi pengolahan (seperti teknologi nano untuk ukuran partikel atau standar ekstraksi tanpa zat pengisi) membantu penyerapan zat aktif secara optimal di tingkat seluler.
  • Membuka Data Hasil Uji Laboratorium: Buktikan kualitas produk lewat parameter ilmiah yang valid, bukan lewat testimoni karbitan atau klaim sepihak.
  • Menggunakan Bahasa Regulasi yang Etis: Patuhi koridor hukum dengan menggunakan narasi pendukung kesehatan preventif, seperti “membantu memelihara daya tahan tubuh” atau “sumber antioksidan alami”.
riset lap sunpro propolis nanoteknologi

Pasar yang cerdas lambat laun akan bisa membedakan mana produk yang benar-benar lahir dari riset dan pengembangan yang serius, dan mana yang hanya bertahan hidup dari retorika kosong penjual obat penawar rindu. Edukasi publik adalah fondasi terkuat untuk menciptakan ekosistem kesehatan yang jujur, berkelanjutan, dan bermartabat.

Leave A Comment